Subscribe RSS


BERCITA-CITALAH!

“ Barangsiapa mati sedangkan ia belum pernah berjihad, dan ia tidak bercita-cita untuk berjihad, maka kematiannya pada salah satu cabang kemunafikan “
( H.R. Muslim ).


Mungkin Anda bertanya mengapa harus bermimpi? Ternyata banyak orang-orang besar ataupun pemimpin besar yang berangkat dari seorang pemimpi. Jadilah pemimpi besar untuk menjadi pemimpin besar. Seorang tokoh pernah mengatakan, seorang pemimpin harus mempunyai banyak mimpi, jika tidak dia tidak layak menjadi pemimpin.
Kalau untuk bermimpi saja tidak berani, maka bagaimana ia berani memimpin? Karena menjadi pemimpin berarti menjadi orang yang cerdas. Yakni berpikir mendahului masanya, meski kadang orang lain belum bisa memahaminya. Ia juga obsesif. Memiliki pikiran dan gagasan besar di luar apa yang dipikirkan orang lain.
Maka, jangan takut bermimpi!


Kesuksesan tidak semata-mata diukur pada hasil tapi juga pada proses. Proses merencanakan dengan tujuan yang benar dan mulia, mengorganisasikan dengan rapi dan sistematis, melaksanakan dengan ikhlas, tekun, teliti dan professional, dan proses evaluasi dengan jujur dan semangat perbaikan tak kenal henti. Dan cita-cita adalah separuh dari kesuksesan. Karena orang yang bercita mulia tak modah goyah untuk menggadaikan di tengah jalan, menukar dengan yang hina dan rendah.


Salah bentuk ungkapan cita-cita adalah doa. Kita kaum Muslimin punya sebuah doa yang sangat populer, yakni Rabbana aatina fiddun-ya hasanah wa fil akhirati hasanah waqinaa 'adzaban naar. Ya Allah! Berikanlah kami kebahagiaan di dunia dan berikan pula kebaikan di akhirat dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka.” ( Al-baqarah:201 )
Doa itu adalah wajah cita-cita kita. Namun sudahkah kita menghayati cita-cita kita itu? Lalu tahukah kita apa sebenarnya yang kita citakan? Seperti doa di atas. Kalau kebahagiaan akhirat rata-rata sudah jelas yakni surga dan segala kenikmatannya. Tapi apa makna kebahagian dunia?


Bila Anda telah memiliki cita-cita dunia. Maka mari selanjutnya kita meraih cita-cita akhirat. Bagaimana tidak, sedangkan kita semua pasti akan mati. Dan yang terpenting adalah bagaimana kita mati dan mempersiapkan diri menghadapi kematian. Sebab, rasa mati itu sama, tapi sebabnya beragam, nilainya berbeda. Ada yang syahid karena taat, ada yang “sangit” karena gosong dalam bermaksiat. Ada yang mulia karena taqwa dan banyak yang hina karena angkara.

Cita-cita akhirat inilah puncak kita untuk beristirahat. Seperti kata Imam Ahmad saat ditanya kapan seorang mukmin beristirahat? “ saat ia menginjakkan kakinya di surga” Jawab beliau.
Berikut beberapa contoh obsesi yang mestinya kita miliki :
1.Proses meninggal tanpa sakratul maut yang membebani diri dan orang lain.
2.Tidak meinggal duni pada saat kejadian hari kiamat yang dahsyat.
3.Meninggal dunia saat berjihad di jalan Allah di medan pertempuran seperti yang dicita-citakan Khalid bin Walid.
4.Meninggal dunia saat melakukan amal-amal sholeh dan amal unggulan yang dirintisnya.
5.Meningal dunia tanpa memiliki hutang-hutang sehingga tidak memberatkan perhitungan di yaumil hisab.
6.Mendapatkan rahmat Allah di alam kubur seperti orang-orang yang gemar menghafal al-Qur'an, memberikan penerangan jalan dan banyak memakmurkan masjid Allah.
7.Mendapatkan syafa'at di padang mahsyar. Renungkan tentang tujuh golongan yang dinaungi Allah di hari kiamat, apakah kita masuk salah satunya.
8.Dimudahkan saat pengadilan akhir nanti.
9.Dimudahkan saat melewati shiratal mustaqim.
10.Ada keringanan siksa neraka.
11.Tidak terlalu lama berada di neraka.
12.Mendapatkan ampunan yang banyak atas berbagai dosa dan kesalahan.
13.Dapat berkumpul dengan keluarga di surga.
14.Bertemu lebih dekat dengan orang-orang sholeh.
15.Bertemu dengan Rasulullah dan orang-orang yang kita kagumi, yang belum sempat bertemu.
16.Melihat Wajah Allah di surga.


Kita mesti memiliki prioritas dan fokus dalam hidup kita. Fokuskan pada kekuatan, pada apa yang kita miliki untuk mampu mendahsyatkan potensi meraih prestasi. Seperti kaca pembesar yang mengumpulkan sinar pada satu titik untuk dapat membakar. Fokus menjadi printing  karena setiap kita memiliki kekhasan masing-masing. Contohnya Hasan bin Tsabit ia tak pandai melantunkan adzan, karena ia bukan Bilal. Khalid bin Walid tidak pintar membagi warisan karena ia memang bukan Zaid bin Tsabit yang pakar di bidang faraidh. Imam Sibawaih yang pakar Nahwu merasa gundah saat belajar ilmu hadits karena ia bukan Imam Bukhari yang siap berhari-hari menempuh perjalanan panjang demi mendapat hadits untuk diseleksi.
Kita mesti menyadari bahwa setiap kita memiliki keterbatasan-keterbatasan. Namun, di balik keterbatasan itulah tersimpan kelebihan. Bila kita berpikir positif, sesungguhnya dengan keterbatasan itulah seseorang bisa “bersyukur” untuk meledakkanya menjadi keluarbiasaan.
Kuncinya adalah selalu bersyukur sehingga selalu fokus pada apa yang dimiliki. Menikmati apa yang ada, bukan meratapi apa yang tiada atau hilang dari genggaman tangan kita. Kita tak selalu bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, namun sesungguhnya kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karenanya fokuskan pada apa yang ada, jangan risau pada yang tiada. Bersyukurlah.

Category: | 1 Comment


Oleh: Asy Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan
Soal:
Saya adalah seorang pemuda yang ingin bertaubat, kembali ke jalan Allah. Apa yang harus saya lakukan agar bisa menjauh dari perbuatan maksiat?
Jawab:
Bertaubat kepada Allah adalah perkara yang wajib, demikian juga bersegera dalam taubat adalah perkara yang wajib. Tidak boleh mengakhirkan taubat sampai terlambat, karena seseorang tidak tahu kapan maut menjemputnya.
Allah ta’ala berfirman,
{إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوَءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُوْلَـئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ}
“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kebodohan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang taubatnya diterima Allah.” (An Nisa: 17)
Dan Nabi SAW bersabda,
(أتبِعِ السَّيِّئة الحسنة تَمحُها)
“Ikutilah kejelekan dengan kebaikan, dia akan menghapuskan kejelekan itu.” (HR. At Tirmidzi dalam Sunannya [6/204], dari hadits Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu)
Mengikuti kebaikan di sini maknanya adalah bersegera, karena termasuk dari adab taubat adalah bersegera dan tidak mengakhirkannya.
Demikian juga jika Anda bertaubat kepada Allah, hendaknya Anda menjauhi sebab-sebab yang dapat menjerumuskan diri Anda ke dalam perbuatan dosa. Jauhilah teman yang jelek, jauhi teman duduk yang jelek, karena merekalah yang menyebabkan Anda terjerumus ke dalam dosa-dosa.
Pergilah Anda kepada orang-orang yang shalih, duduklah bersama mereka, hadirlah di majelis-majelis ilmu, bersegera datang ke masjid, memperbanyak membaca Al Qur’an dan berzikir kepada Allah SWT. Inilah yang sepantasnya diperbuat oleh seseorang yang bertaubat kepada Allah: menjauhi segala sebab kemaksiatan, dan mendekatkan diri dengan perkara-perkara yang baik serta sebab-sebab keta’atan.

Category: | 0 Comments


Deskripsi

Departemen B – Safar merupakan salah satu departemen
yang ada di BSO FORMASI masa kerja 2009 – 2010.
Departemen ini bergerak di bidang fund rising,
melalui berbagai kegiatan usaha.
Diantaranya penjualan makanan ringan ke kelas – kelas,
 distributor tanaman hias,
agen pengumpul kaleng dan botol plastik bekas,
serta design printing.


Tujuan

Tujuan dibukanya departeman ini adalah
untuk mencari pendanaan
guna menyokong kegiatan Formasi
 selama masa kepengurusan.

Program Kerja
Ada enam program kerja yang insyaAllah akan dilaksanakan oleh Divisi B-Safar yaitu :

1.          Bazar Formasi
2.         Agen pengumpul botol plastik dan keleng bekas
3.         B – SAFAR Media (design printing)
4.         Danus Bulanan
5.         Danus Mingguan
6.         B – Safar Florist (distributor tanaman hias)


Struktur Pengurus Divisi B-Safar

Departemen B – SAFAR terdiri dari lima anggota  ;

       Ketua              : Alfian Nur Amri ( ESL 44 )              
        Sekretaris       : Sella Ervany ( Menejemen 45 )   
         Bendahara       : Feni Astriani ( Manajemen 45 )   
                                     Anggota                   : Ita Oktavianti ( Manajemen 45 )
              Frandy Taqwa Subachtiar ( AGB 45 )

Category: | 0 Comments



Deskripsi
Medina merupakan salah satu Divisi di Formasi
 yang bergerak dalam bidang media informasi
serta hubungan eksternal LDF.
Medina menyajikan informasi seputar keislaman
 kepada mahasiswa/i FEM
baik dalam bentuk tulisan, dunia maya,
serta media-media yang dapat diakses mahasiswa dengan mudah.

Tujuan
Medina bertujuan untuk memberikan informasi seputar keislaman kepada seluruh civitas FEM khususnya.
Sehingga diharapkan tercapailah komunitas muslim yang prestatif
dengan bertambahnya pengetahuan
serta pemahaman tentang keislaman.

Program Kerja
Ada lima program kerja yang akan insyaAllah akan dilaksanakan oleh Divisi Medina yaitu      :
1.     Buletin Formasi
2.    Mading Formasi
3.    TakLing (Tusiyah Keliling)
4.    Formasi Online
5.    Hubungan Eksternal

Struktur Pengurus Divisi Medina
Ketua                : Putri Ayu Kwarta W. (ESL 44)
Sekretaris        : Tia Oktaviana (AGB 45)
Bendahara         : Dinda Asyifa Devi (ESL 44)
Anggota            : Risya Utami (IE 44)

Category: | 0 Comments




Deskripsi

Biro sebi yang merupakan kepanjangan Dari
BIRO SENI DAN BUDAYA
merupakan divisi baru yang ada di periode pengurusan
FORMASI tahun 2010.
Biro sebi ini berstruktur di bawah koordinasi DIVISI SYIAR
dan mempunyai ranah yang khusus
berhubungan dengan bidang seni dan budaya dalam persepsi islam.

Tujuan

Dibentuk dengan tujuan untuk mengeksploitasi serta menumbuh kembangkan minat dan kemampuan mahasiswa FEM dalam bidang seni budaya islam. Sehingga dengan terbentuknya biro ini nantinya dapat memberikan warna baru didalam tubuh FORMASI itu sendiri  dan dalam penyebaran syiar islamdari FORMASI untuk masyarakat FEM khususnya dan masyarakat di luar FEM pada umumnya.

Program Kerja
Ada empat program kerja yang insyaAllah akan dilaksanakan oleh Biro Sebi yaitu     :
1.   IsAC (Islamic Art Club)
2.  Islam is Beautifull
3.  PENSIL (pentas seni ) FORMASI
4.    Pameran seni

Struktur Pengurus Biro Sebi

Kepala biro        :                SLAMET RIYADI (MAMET) manajemen 44
Sekretaris       :                  SINDY RAHAYU (SINDY) manajemen 45
  PJ. Islam is Beautifull & pameran seni
Bendahara         :                  ITRIANI RAHAYU (PIPIT) agribisnis 44
PJ. IsAC (Islamic Art Club)
anggota             :FLORIYANA INDRA PUTRA (FLOW) ilmu ekonomi 45
PJ. PENSIL (pentas seni islam)

Category: | 0 Comments



Deskripsi

Divisi yang mengurus tentang syiar islam
seperti pengkoordinasian peringatan hari-hari besar Islam.
Selain itu, syiar juga bergerak dalam pengelolaan sumber daya manusia
sehingga dapat merintis Islam
yang dapat menjadi fondasi pergerakan peradaban Islam.

Tujuan
1. Menjadi perintis untuk pembangunan SDM Islam
khususnya di FEM
2. Sebagai penggerak acara peringatan
 hari-hari besar Islam
3. Sebagai wadah untuk kegiatan Islam kontemporer
 khususnya bagi FEM

Program kerja
Ada empat program kerja yang insyaAllah akan dilaksanakan oleh Divisi Syiar yaitu     :
1.     Up Grading
2.    Fikih dan Kajian Islam Kontemporer (F-KIK)
3.    Ikatan Keluarga Rohis (IQRO CLUB)
4.    Ceria Saat Menyambut PHBI (Cerita)

Struktur Pengurus Divisi Syiar

Ketua        : Putri Ramadhani Saragih ( Manajemen 45 )
Sekretaris : Yulinda Nasti ( AGB 45 )
Anggota     : Winda Ristiani Noer ( IE 45 )
          Tubagus Fazlurrahman ( AGB 45 )

Category: | 0 Comments



Deskripsi
Keputrian adalah salah satu divisi yang ada di Formasi yang bergerak dalam hal dakwah islam untuk para muslimah di Kampus IPB, khususnya untuk muslimah FEM. Mengajak para muslimah untuk selalu aktif dalam menimba ilmu dan pengetahuan keislaman di Kampus serta selalu menjaga ukhuwah islamiah antar muslim FEM khususnya. Divisi keputrian juga bergerak dalam pemberdayaan masyarakat umum terutama para wanita dan ibu-ibu di lingkup IPB.

Tujuan
·        Menumbuh kembangkan minat dan intensitas para muslimah, baik dalam civitas akademika maupun masyarakat umum di lingkup IPB untuk memahami ilmu dan pengetahuan keislaman serta dapat selalu menerapkannya di kehidupan sehari-hari.
·        Menampung aspirasi muslimah FEM dalam hal keislaman.
·        Mengembangkan kepribadian mahasiswa FEM khususnya sesuai dengan karakter Islam.

Program Kerja
Ada tiga program kerja yang insyaAllah akan dijalankan oleh divisi Keputrian yaitu :
·              Women charity
·              Seminar Keputrian
·              SHARE FM (Share for Muslimah)

Struktur Pengurus Divisi Keputrian
Ketua        : Destia Harum (IE 44)
Anggota    : Cahyana Depta (IE 45)

Category: | 0 Comments