Author: Media Informasi dan Dakwah Islam FEM-IPB on
Jumat, 12 Maret 2010
BERCITA-CITALAH!
“ Barangsiapa mati sedangkan ia belum pernah berjihad, dan ia tidak bercita-cita untuk berjihad, maka kematiannya pada salah satu cabang kemunafikan “
( H.R. Muslim ).
Mungkin Anda bertanya mengapa harus bermimpi? Ternyata banyak orang-orang besar ataupun pemimpin besar yang berangkat dari seorang pemimpi. Jadilah pemimpi besar untuk menjadi pemimpin besar. Seorang tokoh pernah mengatakan, seorang pemimpin harus mempunyai banyak mimpi, jika tidak dia tidak layak menjadi pemimpin.
Kalau untuk bermimpi saja tidak berani, maka bagaimana ia berani memimpin? Karena menjadi pemimpin berarti menjadi orang yang cerdas. Yakni berpikir mendahului masanya, meski kadang orang lain belum bisa memahaminya. Ia juga obsesif. Memiliki pikiran dan gagasan besar di luar apa yang dipikirkan orang lain.
Maka, jangan takut bermimpi!
Kesuksesan tidak semata-mata diukur pada hasil tapi juga pada proses. Proses merencanakan dengan tujuan yang benar dan mulia, mengorganisasikan dengan rapi dan sistematis, melaksanakan dengan ikhlas, tekun, teliti dan professional, dan proses evaluasi dengan jujur dan semangat perbaikan tak kenal henti. Dan cita-cita adalah separuh dari kesuksesan. Karena orang yang bercita mulia tak modah goyah untuk menggadaikan di tengah jalan, menukar dengan yang hina dan rendah.
Salah bentuk ungkapan cita-cita adalah doa. Kita kaum Muslimin punya sebuah doa yang sangat populer, yakni Rabbana aatina fiddun-ya hasanah wa fil akhirati hasanah waqinaa 'adzaban naar. Ya Allah! Berikanlah kami kebahagiaan di dunia dan berikan pula kebaikan di akhirat dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka.” ( Al-baqarah:201 )
Doa itu adalah wajah cita-cita kita. Namun sudahkah kita menghayati cita-cita kita itu? Lalu tahukah kita apa sebenarnya yang kita citakan? Seperti doa di atas. Kalau kebahagiaan akhirat rata-rata sudah jelas yakni surga dan segala kenikmatannya. Tapi apa makna kebahagian dunia?
Bila Anda telah memiliki cita-cita dunia. Maka mari selanjutnya kita meraih cita-cita akhirat. Bagaimana tidak, sedangkan kita semua pasti akan mati. Dan yang terpenting adalah bagaimana kita mati dan mempersiapkan diri menghadapi kematian. Sebab, rasa mati itu sama, tapi sebabnya beragam, nilainya berbeda. Ada yang syahid karena taat, ada yang “sangit” karena gosong dalam bermaksiat. Ada yang mulia karena taqwa dan banyak yang hina karena angkara.
Cita-cita akhirat inilah puncak kita untuk beristirahat. Seperti kata Imam Ahmad saat ditanya kapan seorang mukmin beristirahat? “ saat ia menginjakkan kakinya di surga” Jawab beliau.
Berikut beberapa contoh obsesi yang mestinya kita miliki :
1.Proses meninggal tanpa sakratul maut yang membebani diri dan orang lain.
2.Tidak meinggal duni pada saat kejadian hari kiamat yang dahsyat.
3.Meninggal dunia saat berjihad di jalan Allah di medan pertempuran seperti yang dicita-citakan Khalid bin Walid.
4.Meninggal dunia saat melakukan amal-amal sholeh dan amal unggulan yang dirintisnya.
5.Meningal dunia tanpa memiliki hutang-hutang sehingga tidak memberatkan perhitungan di yaumil hisab.
6.Mendapatkan rahmat Allah di alam kubur seperti orang-orang yang gemar menghafal al-Qur'an, memberikan penerangan jalan dan banyak memakmurkan masjid Allah.
7.Mendapatkan syafa'at di padang mahsyar. Renungkan tentang tujuh golongan yang dinaungi Allah di hari kiamat, apakah kita masuk salah satunya.
8.Dimudahkan saat pengadilan akhir nanti.
9.Dimudahkan saat melewati shiratal mustaqim.
10.Ada keringanan siksa neraka.
11.Tidak terlalu lama berada di neraka.
12.Mendapatkan ampunan yang banyak atas berbagai dosa dan kesalahan.
13.Dapat berkumpul dengan keluarga di surga.
14.Bertemu lebih dekat dengan orang-orang sholeh.
15.Bertemu dengan Rasulullah dan orang-orang yang kita kagumi, yang belum sempat bertemu.
16.Melihat Wajah Allah di surga.
Kita mesti memiliki prioritas dan fokus dalam hidup kita. Fokuskan pada kekuatan, pada apa yang kita miliki untuk mampu mendahsyatkan potensi meraih prestasi. Seperti kaca pembesar yang mengumpulkan sinar pada satu titik untuk dapat membakar. Fokus menjadi printing karena setiap kita memiliki kekhasan masing-masing. Contohnya Hasan bin Tsabit ia tak pandai melantunkan adzan, karena ia bukan Bilal. Khalid bin Walid tidak pintar membagi warisan karena ia memang bukan Zaid bin Tsabit yang pakar di bidang faraidh. Imam Sibawaih yang pakar Nahwu merasa gundah saat belajar ilmu hadits karena ia bukan Imam Bukhari yang siap berhari-hari menempuh perjalanan panjang demi mendapat hadits untuk diseleksi.
Kita mesti menyadari bahwa setiap kita memiliki keterbatasan-keterbatasan. Namun, di balik keterbatasan itulah tersimpan kelebihan. Bila kita berpikir positif, sesungguhnya dengan keterbatasan itulah seseorang bisa “bersyukur” untuk meledakkanya menjadi keluarbiasaan.
Kuncinya adalah selalu bersyukur sehingga selalu fokus pada apa yang dimiliki. Menikmati apa yang ada, bukan meratapi apa yang tiada atau hilang dari genggaman tangan kita. Kita tak selalu bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, namun sesungguhnya kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karenanya fokuskan pada apa yang ada, jangan risau pada yang tiada. Bersyukurlah.
Author: Media Informasi dan Dakwah Islam FEM-IPB on
Oleh: Asy Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan
Soal:
Saya adalah seorang pemuda yang ingin bertaubat, kembali ke jalan Allah. Apa yang harus saya lakukan agar bisa menjauh dari perbuatan maksiat?
Jawab:
Bertaubat kepada Allah adalah perkara yang wajib, demikian juga bersegera dalam taubat adalah perkara yang wajib. Tidak boleh mengakhirkan taubat sampai terlambat, karena seseorang tidak tahu kapan maut menjemputnya.
“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kebodohan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang taubatnya diterima Allah.” (An Nisa: 17)
Dan Nabi SAW bersabda,
(أتبِعِ السَّيِّئة الحسنة تَمحُها)
“Ikutilah kejelekan dengan kebaikan, dia akan menghapuskan kejelekan itu.” (HR. At Tirmidzi dalam Sunannya [6/204], dari hadits Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu)
Mengikuti kebaikan di sini maknanya adalah bersegera, karena termasuk dari adab taubat adalah bersegera dan tidak mengakhirkannya.
Demikian juga jika Anda bertaubat kepada Allah, hendaknya Anda menjauhi sebab-sebab yang dapat menjerumuskan diri Anda ke dalam perbuatan dosa. Jauhilah teman yang jelek, jauhi teman duduk yang jelek, karena merekalah yang menyebabkan Anda terjerumus ke dalam dosa-dosa.
Pergilah Anda kepada orang-orang yang shalih, duduklah bersama mereka, hadirlah di majelis-majelis ilmu, bersegera datang ke masjid, memperbanyak membaca Al Qur’an dan berzikir kepada Allah SWT. Inilah yang sepantasnya diperbuat oleh seseorang yang bertaubat kepada Allah: menjauhi segala sebab kemaksiatan, dan mendekatkan diri dengan perkara-perkara yang baik serta sebab-sebab keta’atan.
Author: Media Informasi dan Dakwah Islam FEM-IPB on
Deskripsi
Biro sebi yang merupakan kepanjangan Dari
BIRO SENI DAN BUDAYA
merupakan divisi baru yang ada di periode pengurusan
FORMASI tahun 2010.
Biro sebi ini berstruktur di bawah koordinasi DIVISI SYIAR
dan mempunyai ranah yang khusus
berhubungan dengan bidang seni dan budaya dalam persepsi islam.
Tujuan
Dibentuk dengan tujuan untuk mengeksploitasi serta menumbuh kembangkan minat dan kemampuan mahasiswa FEM dalam bidang seni budaya islam. Sehingga dengan terbentuknya biro ini nantinya dapat memberikan warna baru didalam tubuh FORMASI itu sendiri dan dalam penyebaran syiar islamdari FORMASI untuk masyarakat FEM khususnya dan masyarakat di luar FEM pada umumnya.
Program Kerja
Ada empat program kerja yang insyaAllah akan dilaksanakan oleh Biro Sebi yaitu :
1. IsAC (Islamic Art Club)
2. Islam is Beautifull
3. PENSIL (pentas seni ) FORMASI
4.Pameran seni
Struktur Pengurus Biro Sebi
Kepala biro : SLAMET RIYADI (MAMET) manajemen 44
Sekretaris : SINDY RAHAYU (SINDY) manajemen 45
PJ. Islam is Beautifull & pameran seni
Bendahara : ITRIANI RAHAYU (PIPIT) agribisnis 44
PJ. IsAC (Islamic Art Club)
anggota :FLORIYANA INDRA PUTRA (FLOW) ilmu ekonomi 45
Author: Media Informasi dan Dakwah Islam FEM-IPB on
Deskripsi
Keputrian adalah salah satu divisi yang ada di Formasi yang bergerak dalam hal dakwah islam untuk para muslimah di Kampus IPB, khususnya untuk muslimah FEM. Mengajak para muslimah untuk selalu aktif dalam menimba ilmu dan pengetahuan keislaman di Kampus serta selalu menjaga ukhuwah islamiah antar muslim FEM khususnya. Divisi keputrian juga bergerak dalam pemberdayaan masyarakat umum terutama para wanita dan ibu-ibu di lingkup IPB.
Tujuan
·Menumbuh kembangkan minat dan intensitas para muslimah, baik dalam civitas akademika maupun masyarakat umum di lingkup IPB untuk memahami ilmu dan pengetahuan keislaman serta dapat selalu menerapkannya di kehidupan sehari-hari.
·Menampung aspirasi muslimah FEM dalam hal keislaman.
·Mengembangkan kepribadian mahasiswa FEM khususnya sesuai dengan karakter Islam.
Program Kerja
Ada tiga program kerja yang insyaAllah akan dijalankan oleh divisi Keputrian yaitu :
Author: Media Informasi dan Dakwah Islam FEM-IPB on
Profil Forum Mahasiswa Muslim dan Studi Islam (FORMASI)
Fakultas Ekonomi dan Manajemen
Institut Pertanian Bogor
FORMASI adalah salah satu Badan Semi Otonom di Fakultas Ekonomi Manajemen IPB yang memiliki visi misi sebagai berikut:
VISI :
Menjadi Lembaga dakwah yang berperan sebagai Islamic Student Centre Fakultas Ekonomi dan Manajemen dalam hal penyebaran dan pendidikan keislaman, serta amal pelayanan dalam rangka pengembangan insani yang mandiri dan Profesional.
MISI :
1. Pengembangan sumber daya manusia yang berintelektual tinggi dan berakhlak mulia
2. Penyebaran nilai-nilai keislaman yang edukatif, informatif, dan aplikatif
3. Pendidikan dan kajian keislaman yang integral, kontinu, terpadu, dan Syumuliyatul Islam(Islam secara keseluruhan)
4. Pembangunan Jaringan dan kerja sama dengan pihak terkait baik internal maupun eksternal
5. Pengelolaan organisasi yang mandiri, profesional, dan berdaya saing
Latar Belakang Pembentukan FORMASI
Pembentukan FORMASI dilatarbelakangi oleh:
“Hanyalah orang-orang mu’min yang bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al Hujurat:10)
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda orang yang berakal (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha suci engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka.” (Q.S. Ali Imran: 190-191)
Untuk itu, FORMASI FEM IPB bertujuan menanamkan nilai-nilai keislaman di FEM dalam bentuk penyebaran syiar Islam, wahana silaturahim dalam rangka memepererat ukhuwah Islamiyah, motor penggerak aktivitas keislaman di Fakultas Ekonomi dan Manajemen, peningkat iman dan takwa kepada Allah SWT, serta pemererat ukhuwah (persaudaraan) Islamiyah.
Sejarah Singkat
Organisasi ini bernama Forum Mahasiswa Muslim dan Studi Islam Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor yang disingkat sebagai FORMASI FEM IPB. FORMASI FEM IPB berdiri tanggal 14 Februari 2003 / 12 Djulhijjah 1423 H di Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB. FORMASI FEM IPB bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman di FEM. Fungsi dari organisasi ini adalah menyebarkan syiar Islam, wahana silaturahim dalam rangka memepererat ukhuwah Islamiyah, motor penggerak aktivitas keislaman di Fakultas Ekonomi dan Manajemen, meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT, mempererat ukhuwah (persaudaraan) Islamiyah.
Ketua Formasi tahun yang pertama adalah Eko (Formasi 2003-2004), mahasiswa jurusan ekonomi pembangunan angkatan 37. Terbentuknya Formasi digagas oleh beberapa mahasiswa FEM (Ekbang dan Manajemen) angkatan 37 yang pernah menjadi pengurus ROHIS di SMAnya serta didukung dan dibantu oleh Lembaga Dakwah Fakultas MIPA yang memang masih bertempat di kampus IPB Baranangsiang dan sudah mempunyai Lembaga Dakwah Fakultas.
Ketua Formasi selanjutnya adalah Joko MAN’39 (Formasi 2004-2005), Hendri IE’40 (Formasi 2005-2006), Andrijansyah MAN’41 (Formasi 2006-2007) dan Ikhsan AGB’42 (Formasi 2007-2008) serta sekarang Ach. Firman Wahyudi AGB ’43 untuk amanah tahun 2008-2009. Formasi terus melakukan perubahan-perubahan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, organisasi dan meningkatkan kualitas syiar islamnya di FEM khususnya dan di IPB umumnya sesuai dengan visinya sebagai wadah bagai mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta pemahaman keislaman sehingga tercipta mahasiswa yang berakhlakul karimah dan kehidupan kampus yang islami. Formasi tetap akan terus mengajak pada segala kebaikan dan melarang keburukan yang sesuai pula dengan misinya sebagai motor penggerak aktivitas keislaman di Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor dan semua itu demi terciptanya FEM yang islami yang diridhai ALLAH SWT.
Spesifikasi dan Ciri Khusus FORMASI
Berdasarkan visi misi yang diemban oleh FORMASI, seluruh kegiatan FORMASI diintegrasikan untuk mencapai visi misi FORMASI. Oleh karena itu, seluruh kegiatan-kegiatan FORMASI difokuskan pada dakwah keislaman di Fakultas Ekonomi Manejemen yang ditujukan untuk menciptakan suasana islami di FEM IPB. Beberapa contoh kegiatan FORMASI yang mencirikan dakwah keislaman adalah Pensil (Pentas dan Seni Islami), Kajian Islam Kontemporer, dan GAS (kegiatan Ramadhan).
Selain itu, brand image baru dari FORMASI, ‘Muslim Prestatif’, juga akan ditonjolkan dalam berbagai kegitan-kegitan FORMASI. Hal ini dilakukan sebagai salah satu komponen pencapaian visi misi FORMASI. Muslim Prestatif bermakna para anggota FORMASI secara khususnya dan mahasiswa FEM secara umumnya memiliki kebanggaan sebagai seorang muslim dan juga berprestasi, baik di bidang akademik, kejuaraan, kompetisi, organisasi maupun menulis.
Author: Media Informasi dan Dakwah Islam FEM-IPB on
Kamis, 04 Maret 2010
Dakwah Kampus adalah dakwah ammah harokatudz dzahiroh dalam lingkup perguruan tinggi. Dakwah yang sifatnya terbuka, berorientasi kepada rekrutmen dakwah di kalangan civitas akademika secara umum, dan aktivitasnya dapat dirasakan oleh civitas akademika. Civitas akademika merupakan bagian dari masyarakat kampus yang hidup dengan peraturan, ada peraturan kampus (rektorat), peraturan ormawa, dan sebagainya. Sehingga untuk dapat mengejewantahkan dakwah tersebut, maka prinsip 'legal', 'formal', dan 'wajar' dalam kacamata civitas akademika, menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh Dakwah Kampus. Salah satu derivasi dari hal ini, maka biasanya sebuah lembaga dakwah kampus perlu membuat AD/ART sebagai bagian dari bentuk legalisasi organisasi dakwah kampus di sebuah perguruan tinggi. Untuk menjalankan roda Dakwah Kampus, maka dibutuhkan personil-personil, yaitu Aktivis Dakwah Kampus (ADK). Peran ADK ini bisa dijalankan oleh kader dakwah yang bertitel mahasiswa, atau dosen, atau kader dakwah lainnya yang bersinggungan dengan Dakwah Kampus. Mereka harus dapat bergerak bersama-sama dalam koridor strategi dakwah kampus yang bersangkutan.
Tujuan utama dari Dakwah kampus adalah adanya suplai alumni yang berafiliasi kepada Islam, dan optimalisasi peran kampus dalam upaya mentransformasi masyarakat menuju masyarakat Islami. Derivasi dari hal ini maka peran tarbiyah kampus yang berkesinambungan - untuk menghasilkan alumni-alumni yang berafiliasi kepada Islam - menjadi sangat penting.
Untuk mencapai tujuan di atas, ada beberapa sasaran antara yang harus dicapai terlebih dahulu. Sasaran tersebut antara lain : Terbentuknya bi’ah (lingkungan) yang kondusif bagi kehidupan Islami di kampus, baik dalam sisi moral, intelektual, maupun tanggungjawab sosial. Kita tahu bahwa kampus adalah lingkungan yang heterogen. Ketika berinteraksi di dalamnya, maka butuh kekuatan untuk menjaga idealisme dengan tetap memperhatikan realitas.
Terbentuknya opini ketinggian Islam di kalangan kampus. Oleh karena itu syiar dalam mengkampanyekan kemuliaan Islam harus terus dilakukan secara rutin.Tarbiyah yang berkesinambungan di setiap angkatan mahasiswa harus dipasti kan berjalan. Terbentuknya hubungan timbal balik yang sinergis antara dakwah ammah dengan pengkaderan. Artinya, semua rekrutmen-rekrutmen dakwah diupayakan dapat dilanjutkan dengan proses dakwah secara khusus terhadap orang-orang yang direkrut tersebut.